Daftar Isi

Poin Utama

  • Pertumbuhan Bitcoin dan adopsi dari institusi masih terus berlanjut, yang membuat keraguan awal tentang potensinya ternyata tidak benar.
  • Banyak risiko yang dulu dikira bakal jadi masalah, seperti nilai jangka panjang dan skalabilitas Bitcoin, ternyata sudah diatasi sama penciptanya, Satoshi Nakamoto.
  • Potensi investasi dan pasar Bitcoin juga udah didukung sama pemerintah dan regulator.

Bitcoin sudah banyak mendapatkan kritik dari investor-investor institusional, pemerintah, dan orang-orang pada umumnya. Tapi, harga Bitcoin yang terus naik dan adopsi yang semakin tinggi dari institusi-institusi membuktikan bahwa Bitcoin memiliki nilai jangka panjang dan bisa mengubah sistem keuangan secara positif. Meskipun kesuksesan Bitcoin yang terus berlanjut, masih banyak informasi yang salah dan kebingungan tentang prinsip-prinsip dasar Bitcoin yang membuat banyak orang ragu untuk masuk ke pasar ini.

Mitos 1: Bitcoin itu Anonim

Salah satu kesalahpahaman umum tentang Bitcoin adalah bahwa penggunanya anonim. Tapi, sebenarnya tidak begitu. Karena setiap bitcoin memiliki alamat, dan semua bitcoin memiliki riwayat kepemilikan yang jelas dan terlihat yang bisa dilihat kembali ke saat mereka dibuat. Selain itu, blockchain Bitcoin memungkinkan semua transaksi bisa dilihat oleh siapa saja dalam jaringan, jadi transaksi, alamat, dan pasokan bisa dengan mudah diperiksa oleh semua peserta jaringan.

Penjelajah blok adalah software yang memungkinkan kita untuk memeriksa transaksi blockchain. Mereka memeriksa transaksi dengan memastikan jumlah bitcoin dari alamat bitcoin pada tanggal tertentu sesuai dengan spesifikasi transaksi.

Alamat itu, hanyalah rangkaian huruf dan angka, dan tidak secara inheren terhubung dengan pengguna atau dompet tertentu. Baik pengguna maupun dompet dapat menggunakan sejumlah alamat apa saja untuk menyimpan bitcoin, dan juga beberapa alamat, yang disebut multisig, dapat menyimpan bitcoin milik beberapa pengguna. Dengan demikian, Bitcoin lebih tepatnya didefinisikan sebagai pseudonim daripada anonim.

Mitos 2: Bitcoin Gak di Back up dan Gak Punya Intrinsik

Meskipun Bitcoin tidak memiliki landasan dalam arti memiliki tingkat pertukaran yang dijamin dengan aset lain, Bitcoin dilandasi dengan cara yang sama dengan mata uang fiat tradisional: yaitu supply dan demand dari penggunanya.

Nilai Bitcoin dijamin oleh peserta pasar dan dari utilitasnya. Tidak seperti mata uang fiat, nilai jangka panjang Bitcoin dijamin oleh pasokannya yang terbatas. Pasokan Bitcoin yang terbatas melindungi penggunanya dari inflasi, yang dalam sejarahnya telah menghancurkan banyak mata uang fiat.

Mitos 3: Blockchain Bitcoin Tidak Aman

Sering kali, orang salah mengartikan transparansi blockchain Bitcoin sebagai sebuah kegagalan keamanan. Tapi sebenarnya, jaringan Bitcoin yang terbuka memungkinkan jutaan penambang, pedagang, dan investor yang aktif dalam jaringan untuk tetap menjaga keamanannya.

Untuk dapat merusak blockchain Bitcoin, seseorang harus mengendalikan setidaknya 51% dari semua daya komputasi yang terhubung dengan jaringan. Dengan jutaan komputer dan pengguna yang ikut serta dalam jaringan Bitcoin di seluruh dunia, kesempatan bagi satu entitas untuk menguasai mayoritas jaringan sangatlah terbatas.

Mitos 4: Bitcoin Tidak Diatur dan Tidak Didukung oleh Pemerintah

Para tokoh pemerintah utama di Amerika Serikat, termasuk Federal Reserve, calon presiden, senator, dan pejabat terpilih negara bagian, telah mengakui Bitcoin dan mendukung regulasi resmi. Di Amerika Serikat, Bitcoin diatur di tingkat negara bagian dan federal.

Perusahaan dan investor individu yang berhubungan sama Bitcoin wajib ngelakuin due diligence yang ketat, sesuai dengan persyaratan mereka yang berhubungan sama aset investasi tradisional. Pedagang aset kripto dan brokerage Bitcoin juga tunduk pada regulasi yang sama persis dengan kebanyakan perantara dan bursa tradisional.

Pemerintah Amerika Serikat telah menjual kembali jutaan dolar Bitcoin yang disita selama penyelidikan kriminal.

Mitos 5: Bitcoin Susah Dipahami dan Susah Untuk dipelajari

Bitcoin mungkin kelihatannya menakutkan, tapi informasi yang menjelaskan mengapa dan bagaimana Bitcoin diciptakan dan bagaimana cara kerjanya sangat banyak tersedia. Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin, memastikan bahwa blockchain Bitcoin dan whitepaper-nya bisa diakses oleh semua orang, jadi siapa pun bisa ikut dalam pasar Bitcoin.

Selain itu, membuat personal wallet untuk transaksi Bitcoin itu cepat dan simpel. Terakhir, Bitcoin dapat dibagi menjadi bagian-bagian kecil yang disebut satoshi, yang bisa dibeli dengan pecahan sen.

Mitos 6: Bitcoin Gak Punya Kegunaan

Banyak Bitcoin skeptic cuma lihat uang dari sudut pandang penggunaannya sebagai alat tukar. Tapi, Bitcoin punya beberapa sifat bawaan yang memberikan kegunaan. Pertama, Bitcoin adalah database yang paling aman sepanjang sejarah. Database yang bisa diakses publik dengan keamanan dan imutabilitas yang mutlak menawarkan banyak kasus penggunaan, yang paling penting adalah Bitcoin sebagai sistem moneter.

Kasus penggunaan yang diatur dan dipakai sehari-hari untuk Bitcoin makin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Selain perdagangan dan investasi jangka panjang, bitcoin juga diterima sebagai metode pembayaran oleh banyak pedagang dan toko. Ini juga menunjukkan potensi sebagai opsi jaminan utang.

Mitos 7: Bitcoin Gak Bakal Terintegrasi dengan Sistem Keuangan Sekarang

Bitcoin udah berhasil terintegrasi dengan sistem keuangan kita. Bitcoin diatur sebagai aset investasi, dengan persyaratan pajak dan pelaporan yang sesuai buat individu dan perusahaan.

Bitcoin adalah metode pembayaran yang oke dengan banyak pedagang, enggak beda sama mata uang fiat. Beberapa perusahaan sekarang bahkan ngasih kesempatan buat nginvestasikan bitcoin dalam rekening pensiun, dan derivatif Bitcoin memenuhi pasar saham.