Daftar Isi

Poin Utama

  • Mata Uang Digital Bank Sentral dipuji oleh pemerintah dan bank sebagai evolusi berikutnya dalam layanan keuangan.
  • Lebih dari 100 negara telah meluncurkan, melakukan penelitian, pengembangan, atau uji coba CBDCs pada tahun 2023.
  • CBDCs memiliki resiko bagi pemerintah untuk mengontrol populasi mereka, tetapi risikonya masih jarang dibahas.

Lihat status CBDC di berbagai negara: https://cbdctracker.hrf.org/home

Seiring dengan bertambah populernya Bitcoin sebagai mata uang kripto pertama dan terbesar di dunia, pemerintah dan bank sentral mulai menjelajahi kemungkinan untuk merilis mata uang digital mereka sendiri.

Sekilas, CBDC tampaknya tidak berbahaya dan penuh dengan manfaat potensial bagi masyarakat, tetapi dalam prakteknya, mereka membawa risiko besar bagi kebebasan dan kemakmuran manusia yang jarang dibahas.

Apa Itu CBDCs?

Mata Uang Digital Bank Sentral adalah mata uang digital yang diterbitkan oleh bank sentral, dengan nilainya dikaitkan dengan mata uang resmi negara penerbit..

Sebuah CBDC tidak dirancang untuk menjadi mata uang baru, tetapi sebaliknya adalah bentuk lain dari mata uang yang ada, yang dikendalikan secara lebih ketat oleh bank sentral.

Meskipun beberapa inisiatif CBDC ini telah diiklankan akan menggunakan blockchain atau buku besar terdistribusi, sebagian besar implementasinya tidak akan menggunakan teknologi ini dan hanya mengandalkan database yang tersentralisasi dan sangat skalabel.

Mengapa CBDC Diciptakan?

Lebih dari 100 negara yang mencakup 95% dari PDB dunia telah meluncurkan, atau sedang meneliti, mengembangkan, atau melakukan uji coba sebuah CBDC. Menurut laporan OMFIF 2022, 66% Bank Sentral berharap menerbitkan CBDC dalam 10 tahun, dan 24% dalam 2 tahun.

Dalam laporan Bank Sentral Eropa “Menuju holy grail dari pembayaran lintas batas,” CBDCs dipandang sebagai kandidat terbaik untuk mewujudkan janji ini, bersamaan dengan hubungan internasional dalam sistem pembayaran instan. Namun, dampak sosial potensial dari teknologi ini sama sekali tidak dipertimbangkan dalam analisis tersebut.

CBDCs secara mendasar merubah hubungan antara pemerintah dan rakyatnya. Mereka mungkin tampak menarik pada awalnya karena pembayaran yang lebih cepat, biaya yang lebih rendah, dan otomatisasi yang lebih banyak. Namun, risiko dari CBDCs lebih besar daripada manfaat yang mereka bawa untuk masyarakat.

Risiko Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC)

Sebuah CBDC di tangan pemerintah yang otoriter adalah kekuatan super untuk mengendalikan populasi mereka. Mereka dapat menggunakannya dalam berbagai cara secara luas:

  • Apakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak disukai pemerintah? Akun kamu mungkin akan diblokir.
  • Apakah kamu terasosiasi dengan orang-orang yang tidak disukai pemerintah? Pajakmu akan meningkat.
  • Apakah hobi kamu dinilai tidak produktif di mata pemerintah? Maka bisa jadi transaksi perbankanmu akan ditolak.
  • Apakah pemerintahmu tidak suka dengan agama-mu? Dana-mu mungkin nanti dibekukan.
  • Apakah kamu telah mengkonsumsi daging atau bensin untuk mobilmu melebihi batas yang ditentukan pemerintah? Kamu tidak bisa membeli lebih banyak lagi.

Bagi orang-orang di negara yang sangat maju, skenario seperti itu mungkin tampak tidak mungkin, tetapi kenyataannya yang menyedihkan adalah bahwa setidaknya 70% dari populasi global tinggal di negara-negara otoriter, di beberapa di antaranya pemerintah dengan senang hati menyalahgunakan CBDCs atau cara yang setara.

Bahkan pemerintah yang demokratis akan semakin melihat ke arah CBDC untuk “menstimulasi” hasil. Mungkin pada awalnya, hal ini akan dilakukan dengan niat yang baik, kemungkinan besar terhadap kelompok yang termarjinalkan sebagai contoh kasus yang mudah dibenarkan. Akan tetapi risikonya alat ini akan sangat efektif sehingga akan semakin digunakan untuk menerapkan berbagai kebijakan.

Di banyak negara, janji dan proposal akan dirancang untuk menerapkan peraturan atau sistem yang dapat mencegah penyalahgunaan semacam itu. Namun, dalam praktiknya, sebagian besar negara akan melihat penurunan kebebasan, seiring berjalannya waktu setelah mereka mengadopsi CBDC. Godaan untuk menyalahgunakan alat ini akan jauh terlalu besar, seperti yang telah dibuktikan berkali-kali dalam sejarah manipulasi uang.

Risiko CBDC untuk Bisnis

Penting untuk dicatat bahwa CBDCs juga bisa berdampak negatif pada bisnis. Mereka bisa digunakan sebagai senjata dalam sengketa politik, memblokir aliran transaksi antar negara dan merugikan perdagangan internasional. Di tingkat nasional, CBDCs bisa digunakan untuk memaksa kepatuhan bisnis dengan aturan tertentu. Dalam peran manajemen di sebuah perusahaan, kamu mungkin tidak lagi dapat beradvokasi untuk keyakinan pribadi tertentu di publik, karena mereka bisa berdampak negatif pada perusahaan dan karyawanmu.

Kesimpulan

Satu-satunya cara CBDC pada akhirnya tidakmenjadi alat untuk mengendalikan populasi adalah dengan menjadi sistem yang tidak dikendalikan secara sentral, tetapi melalui sistem desentralisasi di mana tidak ada individu atau kelompok yang bisa mengubah aturannya. Insentif dan teknologi dari sistem ini perlu disiapkan sedemikian rupa sehingga sistem tersebut tidak menjadi tersentralisasi sepanjang berjalannya waktu. Tidak mengherankan, kita belum melihat upaya dari kelompok kerja CBDC untuk meniru karakteristik ini.